Tugas Sistem Informasi Psikologi 6 “Desain Sistem Pakar untuk Mendiagnosa Gangguan Obsesif-Kompulsif”

Image

Sebelum membuat desain sistem pakar untuk mendiagnosa gangguan Obsesif-Kompulsif, ada baiknya kita mengulang kembali pembahasan sedikit tentang apa itu Sistem Pakar.

Sistem pakar (Expert Sysetem) merupakan suatu metode Artificial Intelligence yang berguna untuk meniru cara berpikir dn penalaran aeorang ahli dalam mengambil keputusan berdasarkan situasi yang ada. Sistem Pakar ini berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer supaya komputer dapat menyelesaikan masalah seperti yang dilakukan para ahli.

Komponen Sistem Pakar :

  1. Basis Pengetahuan (knowledge base) : berisi pengetahuan-pengetahuan yang dibutuhkan untuk memahami, memformulasikan dan memecahkan persoalan.
  2. Motor inferensi (inference engine) : dua cara yang dapat dikerjakan dalam melakukan inferensi yaitu forward chaining (data-drivenàinferensi dimulai dengan informasi yang tersedia dan baru konklusi diperoleh) dan backward chaining (goal-drivenàdimulai dari hipotesis, kemudian mencari bukti yang mendukung).
  3. Blackboard  : area kerja memori yang disimpan sebagai database untuk deskripsi persoalan terbaru yang ditetapkan oleh data input dan digunakan juga untuk  perekaman hipotesis dan keputusan sementara.
  4. Subsistem akuisisi pengetahuan : akumulasi, transfer dan transformasi keahlian pemecahan masalah dari pakar atu sumber pengetahuan terdokumentasi ke program komputer untuk membangun atau memperluas basis pengetahuan.
  5. Antarmuka pengguna (user interface) : digunakan untuk media komunikasi antar user dan program.
  6. Subsistem penjelasan : digunakan untuk melacak respon dan memberikan penjelasan tentang kelakuan sistem pakar secara interaktif melalui pertanyaan
  7. Sistem penyaringan informasi

Selanjutnya adalah kita harus tahu juga tentang gangguan Obsesif-Kompulsif (Obsesive-Compulsive Disorder / OCD)

Gangguan Anxietas didiagnosis secara jelas terdapat perasaan cemas yang dialami secara subjektif. DSM-IV mengajukan enam kategori utama yaitu : fobia, gangguan panik, gangguan Anxietas menyeluruh, gangguan obsesif-kompulsif, gangguan stres pascatrauma, dan gangguan stres akut.

Pengertian Gangguan Obsesif-Kompulsif (Obsesive-Compulsive Disorder / OCD)

Gangguan Obsesif-Kompulsif (OCD) adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan kumpulan gangguan berkaitan dengan adanya pikiran yang menggangu dan tindakan fisik yang berulang yang dilakukan untuk menghapus, menetralkan atau mencegah terwujudnya isi pikiran tersebut (Hartono, dkk, 2008). Gangguan Obsesif-Kompulsif (OCD) merupakan jenis gangguan kecemasan di mana seseorang  memiliki pikiran dan ketakutan yang tidak masuk akal (obsesi) yang menuntun untuk melakukan sesuatu secara berulang-ulang (Santoso, 2009).

Obsesif-Kompulsif (OCD) juga dikatakan sebagai suatu gangguan anxietas dimana pikiran dipenuhi dengan pikiran yang menetap,dan tidak dapat dikendalikan dan individu dipaksa untuk terus menerus mengulang tindakan tertentu, menyebabkan distress yang signifikan dan mengganggu keberfungsian sehari-hari. Prevalensi sepanjang hidup gangguan obsesif-kompulsif berkisar 2,5 persen dan sedikit lebih banyak terjadi pada perempuan dibanding laki-laki (Davison &Kring, 2010).

Gangguan Obsesif-Kompulsif (OCD) ditandai dengan adanya obsesi dan kompulsi. Obsesi adalah gagasan, khayalan atau dorongan yang berulang, tidak diinginkan dan menggangu, yang tampaknya konyol, aneh atau menakutkan. Kompulsi adalah desakan atau paksaan untuk melakukan  sesuatu yang akan meringankan rasa tidak nyaman akibat obsesi (___, 2011).

Gangguan Obsesif Kompulsif lazim diderita oleh orang-orang yang minder dan merasa dirinya tidak aman, yang kaku suara hatinya, yang mudah merasa bersalah, dan yang mudah merasa terancam (Supratiknya, 1995). Gangguan ini dapat muncul pada masa kanak-kanak, remaja, atau dewasa muda.

Kriteria DSM-IV untuk Gangguan Obsesif-Kompulsif (Obsesive-Compulsive Disorder / OCD):

  • Obsesi, pikiran yang berulang dan menetap, impuls-impuls atau dorongan-dorongan yang menyebabkan kecemasan.
  • Kompulsi, perilaku dan tindakan mental repetitif yang dilakukan seseorang untuk menghilangkan ketegangan.

Penyebab Gangguan Obsesif Kompulsif (OCD), antara lain :

  • Genetik (keturunan) : Mereka yang mempunyai anggota keluarga yang mempunyai sejarah penyakit ini kemungkinan  beresiko mengalami OCD.
  • Organik : Masalah organik seperti terjadi masalah neurologi di bagian-bagian tertentu otak juga merupakan satu faktor bagi OCD. Kelainan saraf seperti yang disebabkan oleh meningitis dan ensefalitis juga adalah salah satu penyebab OCD. 
  • Kepribadian : Mereka yang mempunyai kepribadian obsesif lebih cenderung mendapat gangguan OCD. Ciri- ciri mereka yang memiliki kepribadian ini adalah seperti keterlaluan mementingkan aspek kebersihan, seseorang yang terlalu patuh pada peraturan, cerewet, sulit bekerja sama dan tidak mudah mengalah.
  • Pengalaman masa lal
  • Pengalaman masa lalu juga mudah mencorakkan cara seseorang menangani masalah diantaranya dengan menunjukkan gejala OCD.
  • Gangguan obsesif kompulsif erat kaitan dengan depresi atau riwayat kecemasan sebelumnya.
  • Konflik : Mereka yang mengalami ganguan ini biasanya menghadapi konflik jiwa yang berasal dari masalah hidup.

Etiologi Gangguan Obsesif Kompulsif (OCD),  :

  1. Dalam teori psikolanalisis, obsesi dan kompulsi dipandang sebagai hal yang sama, yang disebabkan oleh dorongan instingtual, seksual, atau agresif yang tidak dapat dikendalikan karena toilet training yang terlalu keras. Alfred Alder memandang  gangguan obsesif kompulsif sebagai akibat dari rasa tidak kompeten.
  2. Teori behavioral menganggap kompulsi sebagai perilaku yang dipelajari yang dikuatkan oleh reduksi rasa takut.
  3. Faktor biologis. Encefalitis, cedera kepala, dan tumor otak diasosiasikan dengan terjadinya gangguan obsesif-kompulsif.

Ciri-ciri Gangguan Obsesif Kompulsif (OCD),:

Simptom dari Obsesis-Kompulsif ditandai dengan pengulangan (repetatif) pikiran dan tindakan sedikitnya 4 kali untuk satu kompulsi dalam sehari dan berlangsung selama 1 sampai 2 minggu selanjutnya. Gejala utama obsesi–kompulsif harus memenuhi kriteria sebagai berikut :

  1. Perilaku dan pikiran yang muncul tersebut disadari sepenuhnya oleh individu atau didasarkan pada impuls dalam dirinya sendiri. Individu juga menyadari bahwa perilaku itu tidak rasional, namun tetap dilakukan untuk mengurangi kecemasan.
  2. Pikiran dan tindakan tersebut tidak memberikan perasaan lega, rasa puas atau kesenangan melainkan disebabkn oleh rasa khawatir secara berlebihan dan mengurangi stres yang dirasakan.
  3. Obsesi (pikiran) dan kompulsi (perilaku) sifatnya berulang-ulang secara terus menerus dalam beberapa kali setiap harinya.
  4. Obsesi dan kompulsi menyebabkan terjadinya tekanan dalam diri penderita dan menghabiskan waktu atau secara signifikan menggangu fungsi normal seseorang atau kegiatan sosial atau suatu hubungan dengan orang lain.
  5. Penderita merasa terdorong untuk melakukan ritual, yaitu tindakan berulang seperti mencuci tangan dan melakukan pengecekkan dengan maksud tertentu.

OCD tanda dan gejala : pikiran obsesif. Pikiran obsesif umum dalam gangguan Obsesif-Kompulsif, meliputi :

  • Takut terkontaminasi oleh kuman atau kotoran atau orang lain mencemari
  • Menggabggu seksual eksplisit atau kekerasan pikiran dan gambar
  • Berlebihan fokus pada ide-ide agama atau moral
  • Takut kehilangan atau tidak memiliki hal-hal yang mungkin anda butuhkan
  • Keteraturan dan simetri : “tepat” gagasan bahwa segala sesuatu harus sejalan
  • Takhayul, perhatian berlebihan terhadap sesuatu yang dianggap beruntung atau tidak beruntung.

OCD tanda dan gejala : perilaku kompulsif. Perilaku kompulsif umum di-kompulsif (OCD), meliputi :

  • Berlebihan ganda memeriksa hal-hal, seperti kunci, peralatan, dan switch
  • Berulangkali memeriksa orang terkasih untuk memastikan mereka aman
  • Menghitung, penyadapan, mengulangi kata-kata tertentu atau melakukan hal-hal tak masuk akal untuk mengurangi kecemasan
  • Menghabiskan banyak waktu untuk mencuci atau membersihkan
  • Pengurutan atau mengatur hal-hal yang “hanya begitu”
  • Berdoa berlebihan atau terlibat ritual dipicu oleh rasa takut agama
  • Mengumpulkan “sampah” seperti koran tua atau wadah makanan yang kosong

Gejala-gejala lainnya mencakup kesulitan mengekspresikan perasaan-perasaan kelembutan, mendesak bahwa orang lain tunduk kepada caranya mengerjakan hal-hal tertentu, ketaan yang berlebihanuntuk bekerja dan menghasilkan kesenangan, kebimbangan perfeksionisme, keasyikan dengan detail-detailnya, alam perasaan depresi, dan keputusan untuk dirinya sendiri dan orang lain.

Penanganan Gangguan Obsesif Kompulsif (OCD), :

  • Cognitive-behavioral  therapy (CBT) adalah terapi yang sering digunakan dalam pemberian treatment berbagai gangguan kecemasan termasuk OCD. Dalam CBT penderita OCD perilaku OCD  diatur waktu kapan ia mesti melakukannya secara bertahap. Terapi ini efektif menurunkan rasa cemas dan hilang secara perlahan secara perlahan kebiasan-kebiasaannya itu. Dalam CBT terapis juga melatih pernafasan, latihan relaksasi dan manajemen stres pada individu ketika menghadapi konflik yang memberikan kecemasan, rasa takut atau stres muncul dalam diri individu. Pemberian terapi selama 3 bulan atau lebih.
  • Terapi keluarga, terapi dengan fluoxetine atau clomipramine, dibawah pengawasan spesialis, untuk mengurangi persekongkolan keluarga mempertahankan gejala.
  • Terapi Kognitif berfokus pada pemikiran bencana dan rasa berlebihan tanggung jawab anda merasa. Sebagian besar dari terapi kognitif untuk OCD adalah mengajarkan cara-cara yang sehat dan efektif dalam menanggapi pikiran obsesif tanpa beralih pada perilaku kompulsif.
  • Obat medis yang digunakan dalam pengobatan OCD seperti Selective serotonin reuptake inhibitors (SSRIs) yang dapat mengubah level serotonin dalam otak, jenis obat SSRIs ini adalah Fluoxetine (Prozac), Sertraline (Zoloft), Escitalopram (Lexapro), Paraoxetine (Paxil) dan Citalopram (Celexa).

Desain Sistem Pakar untuk Mendiagnosa Gangguan Obsesif-Kompulsif / OCD

Setelah kita mengetahui apa itu Sistem Pakar, dan juga telah kita dapati data-data informasi mengenai Gangguan Obsesif-Kompulsif, kini saatnya kita membuat desain atau rancangan sebuah sistem pakar untuk mendiagnosa gangguan Obsesif-Kompulsif atau yang biasa dikenal dengan OCD. Sistem Pakar dapat digunakan oleh user atau pengguna sebagai bahan pengetahuan terhadap permasalahan yang berhubungan dengan penyakit gangguan kecemasan khususnya gangguan obsesif-kompulsif.

Perancangan sistem pakar yang akan digunakan untuk mendiagnosis penyakit gangguan obsesif-kompulsif ini menggunakan diagram konteks.

Berikut adalah uraian penjelasan desain sistem pakar untuk mendiagnosis gangguan obsesif-kompulsif :

  1. Pada tahap pertama, latar belakang medis suatu penyakit dicatat melalui wawancara pribadi antara psikolog dan klien yang diduga mengalami gangguan kecemasan . Sehingga menghasilkan data-data pemeriksaan klien yang terdiri dari identitas klien, riwayat penyakit keluarga, keadaan umum klien dan gejala-gejala penyakit yang dirasakan klien.
  2. Untuk meyakinkan pengambilan keputusan jenis gangguan kecemasan apa yang dialami klien, psikolog menggunakan aplikasi Sistem Pakakar.
  3. Kemudian, psikolog melakukan antarmuka input Sistem Pakar dengan cara : Membuka aplikasi sistem pakar pada komputer, log in, mengisi form yang ada dengan meng- klik item-item yang termasuk dalam gejala-gejala penyakit yang dirasakan klien. Dalam tahap ini, sistem pakar pada basis pengetahuan terdiri dari data informasi mengenai Gangguan     Obsesif-Kompulsif (etiologi, ciri-ciri, gejala-gejala) dengan seperangkat dibuat dimana masing-masing aturan yang terkandung dalam bagian IF mempunyai gejala dan  dalam bagian Then mempunyai penyakit yang dispesifikasikan.  Mesin inferensi (forward chaining) adalah algoritma pencocokkan pola yang tujuan utamanya adalah untuk mengasosiasikan fakta (data input) dengan aturan yang berlaku dari basis aturan (rule base).
  4. Setelah terjadi pencocokkan pola yang terjadi dalam mesin inferensi, yaitu gejala-gejala klien sesuai dengan gejala-gejala Obsesif- Kompulsif yang ada dalam data pengetahuan sistem pakar, maka dalam proses antarmuka output dihasilkan pernyataan diagnosis penyakit berupa gangguan obsesif-kompulsif.
  5. Setelah mengetahui jenis gangguan kecemasan yang dialami klien, akan muncul pula  kondisi umum klien ,dan obat medis yang boleh digunakan serta jenis-jenis terapi yang bisa digunakan untuk menangani gangguan Obsesif-Kompulsif ini. Oleh karena itu psikolog dapat dengan mudah dan segera menentukan jenis penanganan apa yang sesuai dengan klien


Sistem pakar yang dibuat dalam bidang psikologi dapat membantu mengenali jenis penyakit atau gangguan pada manusia, terutama jenis gangguan Obsesis-Kompulsif. Sistem pakar ini dapat menjadi sarana untuk menyimpan pengetahuan tentang penyakit yang berkenaan dengan jenis gangguan kecemasan dari para pakar atau ahlinya yang dapat membantu psikolog maupun klien dalam pengambilan keputusan yang terbaik. Sistem pakar dapat memberikan solusi atau rekomendasi pengobatan terhadap jenis penyakit atau gangguan. Guna memperkuat diagnosis awal, sebaiknya sistem pakar ditambah dengan analisis pemeriksaan laboratorium sehingga sistem semakin akurat dalam melakukan diagnosis penyakit atau gangguan.Kesimpulan :

Sumber referensi :

_____.2011. Gangguan Obsesif Kompulsif (Obsesive Compulsive/ OCD). Diunduh dari http://www.psychologymania.com/2011/09/gangguan-obsesif-kompulsif-obsessive.html. Diakses tanggal 2 November 2012.

Andan, P. W. (200). Terapi Kognitif dan Perilaku pada Gangguan Obsesif Kompulsif. Mutiara Medika vol. 9 no. 2, 73. Diunduh dari http://google.scholar.com. Diakses tanggal 2 November 2012.

Daulima, N. H. (1995). Buku Saku Diagnosa Pada Keperawatan Psikiatri : Pembuatan Rencana Perawatan. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC. Diunduh dari http://google.books.com. Diakses tanggal 2 November 2012.

Davidson, G. C., Neale, J. M., & Kring, A. M. (2010). Psikologi Abnormal. Jakarta : Rajawali Pers. Diunduh dari http://google.books.com. Diakses tanggal 2 November 2012.

Hartono, A., Brahm, P. U. & Widiarti, N. D. (2008). Ensiklopedia Keperawatan. Jakarta : EGC Medical Publisher. Diunduh dari http://google.books.com. Diakses tanggal 2 November 2012.

Julianto. 2011. Implementasi Sistem Pakar di Bidang Kedokteran Untuk Mendiagnosis Jenis Penyakit Mata pada Manusia. Diunduh dari : http://blog.stikom.edu/julianto/2011/03/25/implementasi-sistem-pakar-di-bidang-kedokteran-untuk-mendiagnosis-jenis-penyakit-mata-pada-manusia/. Diakses tanggal 3 Novermber 2012.

Lawrence, Smith, & Segal. 2012. Obsesive-Compulsive Disorder. Diunduh dari http://www.helpguide.org/mental/obsessive_compulsive_disorder_ocd.htm. Diakses tanggal 3 November 2012.

Mayo. 2010. Obsesive-Compulsive Disorder. Diunduh dari http://www.mayoclinic.com/health/obsessive-compulsive-disorder/DS00189/DSECTION=symptoms. Diakses tanggal 3 November 2012.

Santoso, T. B. (2009, November 19). Obsesive Compulsive Disorder. Diunduh dari http://health.detik.com/. Diakses tanggal 2 November 2012.

Supratiknya, D. A. (1995). Mengenal Perilaku Abnormal. Yogyakarta : Kanisius. Diunduh dari http://google.books.com. Diakses tanggal 2 November 2012.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s