Badai Pasti Berlalu

Resensi Film Badai Pasti Berlalu

Badai Pasti Berlalu, sebuah film Indonesia yang dirilis pada tahun 2007 silam ini merupakan salah satu film yang saya sukai sejak saya masih duduk di bangku SMA. Saya menyukai film drama ini karena konflik kisah cinta klasik yang terjadi antara tokoh utama Siska (diperankan oleh Raihaanun) dan Leo (diperankan oleh Vini G. Bastian) yaitu saat cinta mereka terpisah karena kesalahpahaman dan kembali kepada cinta sejati mereka yang tak pernah padam. Selain akting mereka yang begitu memukau dalam menghayati peran, film ini banyak memberikan pelajaran tentang cinta, keluarga, dan kehidupan. Penyelesaian konflik demi konflik membuat cerita dalam film ini lebih menarik.

Tata suara dan lagu-lagu yang tidak asing ditelingga membuat saya terlarut dalum alur cerita yang mengharukan. Gambar-gambar indah dalam setting film yang disutradarai Teddy Soeriaatmadja ini pun ikut mempengaruhi saya hingga tak bosan menonton berulang-ulang.

Film yang berdurasi 90 menit ini menceritakan tentang kehidupan cinta seorang wanita bernama Siska. Bermula dari kehidupan Siska yang terpuruk akibat penghianatan cinta oleh tunangan dan sahabatnya sendiri hingga rencana perkawinannya dibatalkan. Trauma ini membuat Siska menyukai hidup menyendiri di Bali di villa milik keluarganya dan selalu bersikap dingin kepada semua lelaki, termasuk Leo yang secara sengaja mendekati Siska untuk kepentingan pribadinya. Di Bali inilah Siska bertemu dengan Leo salah satu teman karib kakaknya yang sengaja berlibur untuk menemui Siska dan membangkitkan semangat hidupnya lagi.

Niat awal mendekati Siska sebagai taruhan demi uang, lama kelamaan berubah menjadi cinta yang tulus Leo berikan pada Siska. Karena ketulusan Leo lah akhirnya Siska kembali hidup normal, merasakan cinta, kebahagian dan kembali ke Jakarta tinggal bersama keluarganya. Merekapun menjalin hubungan hingga pertunangan. Namun sayang, karena kesalahpahaman di masa lalu tentang taruhan membuat Siska kecewa dan memutuskan pertunangannya dengan Leo. Siska kembali terpuruk, terlebih saat ia tahu dirinya mengidap penyakit diabetes begitupun Leo yang pernah ia dengar dari lelucon teman-teman Leo. Demi alasan kesehatan biasanya sesama penderita diabetes dilarang menikah. Oleh karena itulah akhirnya Siska meninggalkan Leo.

Di saat Siska galau dengan perasaannya, muncullah Helmi (diperankan oleh Winky Wiryawan) seorang pianis pegawai klab malam yang dikelola oleh ayah Siska mencoba mendekati Siska. Dengan alasan mengetahui perselingkuhan ayah Siska dengan wanita klub malam, Helmi mengancam akan memberitahu ibunya yang menderita penyakit jantung apabila Siska menolak untuk menikah dengannya. Demi kesehatan Ibu dan keutuhan keluarganya, Siska akhirnya setuju untuk menikah dengan Helmi tanpa ada rasa cinta sedikitpun.

Singkat cerita Siska memiliki anak dari Helmi yang bernama Cosa. Tetapi saat Cosa balita, Cosa meninggal karena demam tinggi yang tak tertolong. Setelah Cosa meninggal dan mengetahui semua keburukan Helmi, Siska bercerai dan kembali hidup menyindiri di Bali seperti sebelumnya.

Saat Siska kembali menyendiri di Bali, tanpa sengaja ia bertemu kembali dengan Leo yang kini telah menjadi dokter dan yang mengobati penyakit diabetes Siska ketika kambuh.diabetes Siska kambuh. Perasaan yang dimiliki oleh Siska masih sama seperti pertama mereka bertemu di sini. Begitu pula dengan Leo yang masih setia menunggu Siska. Di sinilah akhirnya Siska tahu bahwa lelucon saat Leo dikabarkan juga mengidap penyakit diabetes itu tidak benar. Mereka pun menyelesaikan kesalahpahaman di masa lalu. Dan cinta sejati yang membawa mereka bersatu kembali.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s