Hal – hal yang Harus Diperhatikan Berkaitan dengan Kejujuran

Hal-hal yang Harus Diperhatikan Berkaitan dengan Kejujuran :

1.Jaga kejujuran
Jangan pernah berbohong dalam hal apa pun. Sekecil dan sesederhana apa pun, bahkan betapa pun terhadap anak kecil atau dalam senda gurau sekalipun. Kita harus berusaha sekuat tenaga untuk benar- benar bersih dan meyakinkan, tidak ada dusta. Pastikan tidak pernah ada dusta! Lebih baik kita disisihkan karena kita tampil apa adanya, daripada kita diterima karena berdusta. Sungguh tidak akan pernah bahagia dan terhormat menjadi seorang pendusta. Tentu saja dalam hal ini bukan berarti harus membeberkan aib sendiri apalagi orang lain.

2.Jaga Lisan
Jangan pernah menambah-nambah, mereka- reka maupun mendramatisir berita dan informasi. Atau sebaliknya, meniadakan apa yang harus disampaikan. Sampaikanlah berita atau informasi yang mesti disampaikan seakurat mungkin sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Kita terkadang suka ingin menambah-nambahkan sesuatu atau bahkan merekayasa kata-kata dan cerita. Jangan lakukan!

3.Jangan sok tahu atau sok pintar
Jangan menjawab setiap pertanyaan bila tidak memahami ilmunya. Sebab orang yang selalu menjawab setiap pertanyaan tanpa ilmu, maka akan menunjukkan kebodohannya saja. Yakinlah bila kita sok tahu tanpa ilmu itulah tanda kebodohan kita. Yang lebih baik adalah kita harus berani mengatakan “ tidak tahu” jika memang kita tidak mengetahuinya, atau jauh lebih baik disebut bodoh karena jujur apa adanya, daripada kita berdusta dalam pandangan Allah.

4.Pandai – pandailah menjaga amanah.
Jangan pernah membocorkan rahasia atau amanah, terlebih lagi membeberkan aib orang lain. Jangan sekali- kali melakukannya! Ingat setiap kali kita mengobrol dengan orang lain, maka obrolan itu menjadi amanah buat kita. Bagi orang yang suka membocorkan rahasia akan jatuhlah harga dirinya. Padahal justru itu kita harus menjadi “kuburan” bagi rahasia dan aib orang lain. Oleh karena itu, bila ada seseoranng datang dengan menceritakan aib dan kejelekan orang lain kepada kita, maka jangan pernah mempercayai dia, karena ketika berpisah dengan kita maka dia pun akan menceritakan aib dan kejelekan kita kepada yang lain lagi.

5.Tepat janji
Jangan pernah mengingkari janji dan jangan mudah mengobral janji. Pastikan setiap janji tercatat dengan baik dan selalu ada saksi untuk mengingatkan. Lalu berjuanglah sekuat tenaga dan semaksima mungkin untuk menepatinya, walaupun dengan pengorbanan lahir batin yang sangat besar dan berat. Ingat!semua pengorbanan menjadi sangat kecil dibandingka dengan kehilangan harga diri sebagai seorang pengikar janji. Bukankah ingkar janji adalah salah satu tanda dari orang yang munafik? Na’udzubillah.

Sumber : Gymnastiar,Abdullah.2005.Etika Bisnis MQ : Kejujuran, Kebersihan Hati, Kebermanfaatan.Bandung : MQS PUBLISHING

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s